Tampilkan postingan dengan label alqur'an. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alqur'an. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Januari 2013

Islam - Iman -Ihsan



A.    ISLAM, IMAN, IHSAN
1.      Dari Umar ra. Berkata Ketika kami duduk disamping Rasulullah disuatu hari, tiba-tiba muncul seorang laki-laki yang sangat putih pakaiannya, sangat hitam rambutnya, dan tidak Nampak kepergiannya. Dan tidak seorang pun mengenalnya hingga ia duduk mendekati Nabi kemudian menyandarkan kedua lututnya pada lutut Nabi dan meletakkan kedua telaoak tangannya diatas kedua paha beliau, dia berkata :”Hai Muhammad, beritahu aku tentang islam”. Kemudian Rasululah bersabda : “Islam adalah bersaksi bahwa tiada Tuahn selain Allah, dan sungguh Nabi Muhammad adalah utusan Allah, dan mendirikan sholat, dan menunaikan zakat, dan puasa di bulan Ramadhan, dan haji dibaitullah bila mampu prosesnya“. Berkata : ”Engaku benar maka kami heran, dia bertanya kemudian membenarkannya. Dia berkata: “kemudian beritahu aku tentang iman”. Beliau menjawab : “yaitu kamu harus beriman kepada Allah, dan malaikatnya, dan kitab-kitabnya, dan rasul-rasulnya, dan hari kiamat, dan kamu beriman kepada taqdir yang baik dan jelek”. Dia berkata : “kau benar, dan beritahu aku tentang ikhsan”. Beliau menjawab : “yaitu kamu menyembah Allah seolah-olah kamu melihatnya, maka Dia melihatmu”. Dia berkata : “beritahu aku tentang ‘waktu’ (hari kiamat)”. Beliau menjawab : “orang yang ditanya tidak lebih tahu dari penanyanya”. “Kemudian beritahu aku tentang tanda-tandanya”. Beliau menjawab : “bila ada seorang budak melahirkan tuannya, dan Kami melihat orang yang tanpa alas kaki (tidak berpakaian sama sekali/compang camping) yang sulit kehidupannya menggembala kambing berlomba-lomba dalam pembangunan”. Kemudian dia bertolak pergi lalu menghilang. Kemudian Beliau bertanya : “Hai Umar, apakah kau tahu siapa orang yang bertanya tadi??” Umar menjawab : “Allah dan Rasulnya lebih tahu”. Rasul berkata : “sesungguhnya dia Jibril, dia dating untuk mengajarkan agama kepadamu”. (HR. Muslim)

Sabtu, 14 April 2012

Kehujjahan Al-Qur'an

Abdul Wahab Khallaf (Mardias Gufron, 2009) mengatakan bahwa “kehujjahan Al-Qur’an itu terletak pada kebenaran dan kepastian isinya yang sedikitpun tidak ada keraguan atasnya”.  Hal ini sebagaimana firman Allah SWT yang berbunyi :
ذَالِكَ الْكِتَابُ لاَرَيْبَ فِيْهِ هُدًىلِّلْمُتَّقِيْنَ
                               
“Kitab (Al-Qur’an ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa” (Q. S. Al-Baqarah, 2 :2).
            Berdasarkan ayat di atas yang menyatakan bahwa kebenaran Al-Qur’an itu tidak ada keraguan padanya, maka seluruh hukum-hukum yang terkandung di dalam Al-Qur’an merupakan aturan-aturan Allah yang wajib diikuti oleh seluruh ummat manusia sepanjang masa hidupnya.
            M. Quraish Shihab (Mardias Gufron, 2009) menjelaskan bahwa “seluruh Al-Qur’an sebagai wahyu, merupakan bukti kebenaran Nabi SAW sebagai utusan Allah, tetapi fungsi utamanya adalah sebagai petunjuk bagi seluruh ummat manusia”.
            Para ulama dan ushul fiqh dan lainnya sepakat menyatakan bahwa Al-Qur’an merupakan sumber utama hukum islam yang diturunkan Allah SWT dan wajib diamalkan. Apabila hukum permasalahan yang ia cari tidak ditemukan dalam Al-Qur’an maka barulah mujtahid mempergunakan dalil lain. Beberapa alas an yang dikemukakan ulama ushul fiqh tentang kewajiban berhujjah dengan Al-Qur’an antara lain sebagai berikut :
1.      Al-Qur’an diturunkan kepada Rasulullah secara mutawatir, dan ini memberi keyakinan bahwa Al-Qur’an itu benar-benar datang dari Allah SWT melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW.
2.      Banyak ayat yang mengatakan bahwa Al-Qur’an itu datangnya dari Allah, diantaranya :
a.       Surat Ali Imran : 3
Dia menurunkan al-Qur’an kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil.
b.      Surat An Nisa’ : 105
Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat 

c.       Surat An Nahl : 86
Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur`an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.

3.      Mu’jizat Al-Quran merupakan dalil yang pasti akan kebenaran Al-Quran itu datangnya dari Allah SWT. Mu’jizat Al-Quran bertujuan menjelaskan kebenaran Nabi Muhammad SAW, yang membawa risalah Illahi dengan suatu perbuatan yang diluar kebiasaan umat manusia. Menurut para ahli ushul fiqh dan tafsir terlihat ketika ada tantangan dari berbagai pihak untuk menandingi Al-Quran itu sendiri. Kemu’jizatan Al-Quran, menurut para ahli ushul fiqh akan terlihat dengan jelas jika :
a.       Adanya tantangan dari pihak mana pun,
b.      Ada unsur-unsur yang menyebabkan munculnya tantangan tersebut, seperti tantangan orang kafir yang tidak percaya akan kebenaran Al-Quran dan kerasulan nabi Muhammad SAW,
c.       Tidak ada penghalang bagi munculnya tantangan tersebut.
            Unsur-unsur yang membuat Al-Quran menjadi mu’jizat yang tidak pernah tertandingi oleh akal manusia, diantaranya adalah :
a.       Dari segi keindahan dan ketelitian redaksinya
b.      Dari segi pemberitaan-pemberitaan gaib yang dipaparkan Al-Quran
c.       Isyarat-isyarat ilmiah yang dikandung dalam Al-Quran