Minggu, 15 Maret 2015

MATERI KEPERWIRAAN SALAHUDDIN AL AYYUBI



Salah satu babak dalam sejarah perkembangan Islam adalah periode Dinasti Ayyubiyah. Dinasti Ayyubiyah berdiri di atas puing-puing Dinasti Fathimiyyah di Mesir. Di saat Mesir mengalami krisis di Segala bidang maka orang-orang Nasrani memproklamirkan Perang Salim melawan Islam, yang mana Mesir adalah salah satu negara Islam yang diintai oleh Tentara Salib.
Shalahuddin Al Ayyubi seorang panglima tentera islam tidak menghendaki Mesir jatuh ke tangan tentara Salib, maka dengan sigapnya Shalahuddin mengadakan serangan ke Mesir unutk segera mengambil alih Mesir dari kekuasaan Fathimiyyah yang jelas tidak akan mampu mempertahankan diri dari serangan tentara Salib. Menyadari kelemahannya Dinasti Fathimiyyah tidak banyak memberikan perlawanan, mereka lebih rela kekuasaannya diserahkan kepada Shalahuddin daripada diperbudak Tentara Salib yang kafir, maka sejak saat itu selesailah kekuasaan Dinasti Fathimiyyah di Mesir, berpindah tangan ke Shalahuddin Al Ayyubi.
Shalahuddin Al Ayyubi panglima perang Muslim yang berhasil merebut Kota Yerussalem pada Perang Slaib itu tak hanya dikenal didunia Islam, tetapi juga peradaban Barat. Sosoknya begiu mempesona. Ia adalah pemimpin yang dihormati kawan dan dikagumi lawan. Pada akhir 1169 M, Shalahuddin mendirikan sebuah kerajaan Islam yang bernama Ayyubiyah.
A.    Biografi Salahuddin Al Ayyubi
Salahuddin Al Ayyubi lahir pada tahun 532 H/1138 M di Tikrit, Tigris, sebuah kota yang terletak antara Baghdad dan Mosul. Adapun nama lengkapnya adalah Abdul Muzaifar Yusuf bin Najmuddi bin Ayyub. Nama pendeknya Salahuddin Al Ayyubi. Ayahnya bernama Najmuddin Ayyub, seorang penguasa Benteng Tikrit yang berasal dari Suku Kurdi Azerbaijan.
Pendidikan Salahuddin Al Ayyubi dimulai dengan mempelajari Al Quran, hadits, fikih, bahasa, nahwu, tarikh, dan adab di Syiria. Dia gemar berolahraga seperti menunggang kuda, dan berburu.
Pada mulanya, Salahuddin kurang begitu dikenal oleh masyarakat, namun ketika Nuruddin Zanki menguasai Damaskus, ayahnya memperkenalkannya kepada Nurudin Zanki. Mulai saat itulah ia muncul di depan publik dan dikenal oleh masyarakat. Terlebih setelah ia terjun kedunia militer. Dia memperoleh pendidikan militer yang amat baik, mengabdi mengiringi pamannya Syirkuh, jenderal utama Nuruddin.
Karier Salahuddin mulai terlihat ketika ia pergi ke Mesir, mendampingi pamannya Asaduddin Syirkuh pada tahun 1164 M. Mereka menyerang Mesir tiga kali pada  tahun 1160-an. Dalam serangan ketiga ke Mesir, Salahuddin membantu pamannya menggulingkan Wazir Fathimiyyah, Shawar, menjadikan Shirkuh wazir dan kemudian menggantikan sang paman saat pamannya meninggal tiga bulan kemudian.
. Sejak itu, timbullah dua keinginan (ambisi) terbesarnya yaitu mengganti paham Syiah di Mesir dengan paham Sunni dan mengusir tentara Salib dari wilayah Islam. Setelah Salahuddin diangkat sebagai Perdana Menteri dengan gelar Al Malik An Nashir, Khalifah Abbassiyah kemudian menyerahkan wilayah Mesir, Naubah, Yaman, Tripoli, Palestina, Syiria, Maroko ke bawah kekuasaan Salahuddin.
Khalifah Abbassiyah juga memberinya gelar Al Mu’izz Li Amiril Mu’minin (penguat  kedudukan Amirul Mu’minin). Hal ini dilakukan setelah Salahuddin menyebut nama Khalifah Abassiyah dalam setiap khotbah jumat disetiap masjid di wilayah Mesir.
Setelah Salahuddin menguasai Mesir uoaya selanjutnya adalah mewujudkan kedaulatannya atas wilayah Syiria, dimana Nurudin Zanki pada tahun 1174 M, Salahuddin memproklamasikan kemerdekaan Mesir. Beberapa pertikaian dan peperangan harus dilaluinya, dan pundaknya adalah pertempuran Qurun Hamah. Pada pertempuran ini Salahuddin berhasil merebur Syiria dari tangan Ismail Al Malik As Salih, anak anak sekaligus pengganti Nuruddin Zanki. Waktu itu Ismail baru berumur tujuh tahun.
Pada bulan Mei 1175 M Slahudin meminta Khalifah Abassiyah untuk melantiknya sebagai Sultan (penguasa) atsa wilayah Mesir, Syiria bagian tengh, Maroko, Nubia, Palestina, Arab Barat. Selanjutnya, Salahuddin memproklamasikan dirinya sebagai Sultan (penguasa) tunggal untuk wilayah tersebut. Usaha perluasan wilayah terus dilakukan. Sepuluh tahun kemudian, Mesopotamia berhasil ditaklukkan sekaligus menjadikan beberapa raja di wilayah tersebut sebagai pengikutnya.
Sejarah kehidupan Salahuddin Al Ayyub penuh dengan perjuangan dan peperangan. Hal itu dilakukannya dalam rangka menunaikan tugas negara untuk memadamkan pemberontakan dan menghadapi tentara Salib yang berusaha menyerang wilayah-wilayah Silam. Semua peperangan yang dialaminya berhasil ia menangkan. Salah satu keistimewaan yang dimiliki Salahuddin Al Ayyubi adalah meskipun ia selalu menang dalam setiap peperangan namun ia bukanlah pemimpin yang tamak., ambisius, haus kekuasaan dan kekayaan. Pereng hanya ia lakukan untuk membela dan mempertahankan agama Allah. Selain itu, Salahuddin Al Ayyubi juga memiliki sikap toleransi yang tinggi terhadap umat agama lain. Sebagi contoh ketika ia menguasai kota Iskandariyah ia selalu mengunjungi orang-orang Kristen dan ketika perdamaian tercapai antara pasukannya dengan tentara Salib, ia mengizinkan orang-orang Kristen utnuk berziarah ke Baitul Maqdis.
B.     Perang Salib
Selain menghadapi pemberontakan dari kalangan sendiri, Salahuddin al Ayyubi juga menghadapi ancaman yang besar dari Tentara Salib. Mereka adalah orang-orang Kristen Franka (nenek moyang bangsa Prancis saat ini). Kekuasaan Salahuddin al Ayyubi yang makin besar dan luas membuat meraka terancam. Kemudian mereka meminta bantuan kepada bangsa Perancis, Jerman, Inggris, Bizantium, dan Paus untuk membantu mereka mengusasai kembali daerah-daerah mereka yang telah dikuasai Salahuddin al Ayyubi, termasuk Baitul Maqdis (Yerussalem).
Perang melawan Tentara Salib terjadi beberapa kali, yaitu :
1.      Perang pertama melawan Amalic I (Raja Yerussalem)
2.      Perang kedua melawan Badwin IV (Putra Amalic I)
3.      Perang ketiga melawan Reginald de Chatilon (Penguasa Benteng Karak di sebelah timur Laut Mati)
4.      Perang keempat melawan Raja Baldwin II
Dalam setiap pertempuran Salahuddin selalu mendapat kemenangan, sehingga ia dapat menguasai kota-kota penting diantaranya Kota Tiberas, Nasirah, Samaria, Sudan, Beirut, Batun, Gaza, Hebron, Baitul Maqdis, Bail al Lahn, dan Gunug Zaitun. Kota-kota tersebut dapat ditaklukkan pada tahun 1187 M dan setelah dikuasai, kemudian Salahuddin al Ayyubi membangun sekolah-sekolah, rumah sakit, serta membangun kembali Masjidil Aqsha dan menurunkan salib yang terpasang di atas kubah batu.
Setelah kota Baitul Maqdis (Yerussalem) dikuasai oleh Salahuddin al Ayyubi pada tanggal 2 Oktober 1187 M maka Paus Gregory mengumandangkan Perang Salib untuk merebut kembali kota-kota yng dikuasai oleh Salahuddin al Ayyubi terutama Kota Baitul Maqdis (Yerussalem). Selanjutnya seruan perang diteruskan oleh Clement II yang menggantikan Paus Gregory. Seruan ini disambut oleh para penguasa di Eropa. Diantara penguasa/raja Eropa yang terlibat/membantu dalam Perang Salib melawan Salahuddin al Ayyubi adalah :
1.      Raja Philip II (Perancis)
2.      Raja Richard I (Inggris), sebutan lainnya adalan Richard The Lion Heart (Richard yang berhati Singa)
3.      Raja William (Sissilia)
4.      Kaisar Frederick Barbarussa (Jerman)
Mereka bersekutu menyerang Salahuddin yang hanya dibantu oleh beberapa pembesarnya serta tentaranya untuk mempertahankan kehormatan Islam.
Dari keempat musuh Salahuddin al Ayyubi di atas, pertempuran yang paling dahsyat adalah ketika komando tertinggi tentara salib berada di tangan Raja Richard. Pertempuran terjadi di darat dan di laut, berlangsung dalam waktu yang cukup lama, yaitu mulai tanggal 27 agustus 1187 sampai 12 juli 1191 M. Pertempuran inilah yang disebut dalam sejarah sebagai Operasi Militer terbesar sepanjang abad pertengahan.
Dampak yag ditimbulkan akibat perang Salib, antara lain :
1.      Kehancuran kaum muslimin beserta kota-kotanya, kehancuran bagi kaum Kristen Timur dan gereja-gerajanya termasuk Konstatinopel serta kehancuran bagi kaum Yahudi di sepanjang jalur Perang Salib.
2.      Kebencian antara kaum Kristen Eropa dan kaum Yahudi, Islam dan Kristen di Timur. Sehingga terbentuk gambaran yang buruk tentang Islam di mata umat Kristen Eropa.
3.      Terjadinya arus budaya masuk dari Timur ke Barat (dari Islam ke Eropa)
Pasukan Salib membawa pulang ilmu kedokteran, astronomi, geometri, rumah sakit, seni sastra, peralatan musik, ilmu militer, serta hasil peradaban yang berkembang di dunia Islam pada waktu itu, kemudian dikembangkan oleh ilmuwan Barat hingga sekarang.
Setelah pertempuran berjalan bertahun-tahun, usaha menuju perdamaian akhirnya dilakukan. Perdamaian dimulai dari dinikahkannya adik Raja Richard I dengan adik Salahuddin al Ayyubi yang bernama al Malikul Adil. Keduanya dinikahkan dengan menerima Baitul Maqdis (Yerussalem) sebagai hadiah pernikahan. Pernikahan ini mengakhiri perselisihan antara Kristen dan Islam pada waktu itu. Pada 2 September 1192 M/588 H, ditandatanganilah  perjanjian di antara pihak Muslim dan Salib yang dikenali sebagai “Perjanjian Damai Ramallah” di mana Salahuddin al-Ayubi diwakili oleh dua orang puteranya yaitu al-Afdhal dan juga al-Zahir, selain dari saudara kandungnya sendiri yaitu Adil. Sebaliknya, Raja Richard pula diwakili oleh Henry de Champagne, Balian II de Ibelin, Unfroy de IV de Torun
Isi perjanjian tersebut adalah sebagai berikut :
1.      Yerussalem tetap di bawah kekuasaan Islam dan umat Kristen yang akan berziarah ke Yerussalem tidak boleh diganggu
2.      Daerah pesisir Syiria mulai Tyre sampai Jaffa dikuasai oleh Pasukan Salib
3.      Harta rampasan perang umat Kristen harus dikembalikan kepada mereka.
Setelah perang melawan Tentara Salib selesai, kemudian Salahuddin al Ayyubi memindahkan pusat pemerintahan ke Damaskus.
 Pada hari Rabu, 27 Safar, 589H, pulanglah Salahuddin ke rahmatullah pada usia 57 tahun. Bahauddin bin Shaddad, penasihat utama Salahuddin telah menulis mengenai hari-hari terakhir Salahuddin. Pada malam 27 Safar, 12 hari selepas ia jatuh sakit, ia telah menjadi sangat lemah. Syeikh Abu Ja'afar seorang yang wara' telah diminta menemani Salahuddin di Istana supaya jika ia nazak, bacaan Qur'an dan syahadah boleh diperdengarkan kepadanya.
Pada malam itu telah terlihat tanda-tanda berakhirnya hayat Salahuddin. Syeikh Abu Jaafar duduk disamping tempat tidurnya semenjak 3 hari dan membacakan Qur'an. Salahuddin sering pingsan dan sadar dalam waktu singkat. Apabila Syeikh Au Jaafar membacakan ayat, "Dialah Allah, tiada tuhan melainkan Dia, Yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata" (Al-Hasyr: 22), Salahuddin membuka matanya sambil senyum, mukanya berseri dan dengan nada yang gembira ia berkata, "Memang benar". Setelah ia mengucapkan kata-kata itu rohnya pun kembali ke rahmatullah. Pada waktu itu adalah sebelum subuh, 27 Safar. Beliau dimakamkan di Syiria dekat Masjid Umayyah.
Seterusnya Bahauddin menceritakan Salahuddin tidak meninggalkan harta kecuali satu dinar dan 47 dirham ketika ia wafat. Tiada rumah-rumah, barang-barang, tanah, kebun dan harta-harta lain yang ditinggalkannya. Bahkan harta yang ditinggalkannya tidak cukup untuk biaya pemakamannya. Keluarganya terpaksa meminjam uang untuk menanggung biaya pemakamannya ini. Bahkan kain kafan pun diberikan oleh seorang menterinya.

C.     Contoh Sikap Keperwiraan Salahuddin Al Ayyubi
Salahuddin Al Ayyubi merupakan pemimpin yang memiliki kepribadian dan jiwa keperwiraan yang sempurna. Karena kepribadian dan jiwa keperwiraannya inilah, ia menjadi salah satu tokoh muslim yang disegani baik oleh kawan maupun lawan. Ia termasuk dalam jajaran pemimpin teladan di dunia hingga saat ini. Kepribadian dan keperwiraan Salahuddin dapat kita lihat melalui catatan-catatan dan fakta-fakta sejarah sebagai berikut :
1.      Salahuddin Al Ayyubi dikenal memiliki jiwa pemurah dan penyayang terhadap pihak yang lemah
Ini terlihat ketika ia rela membebaskan para tawanannya dalam Perang Salib, tanpa meminta tebuasan sama sekali. Berbeda dengan Richard, raja Inggris pada waktu itu, untuk membebaskan tawanan maka harus dipenuhi dua syarat, yaitu membayar tebusan sebesar 200.000 keping emas, dan tawanan muslim harus memperbaiki salib suci. Ketika sampai akhir bulan (waktu yang ditentukan) uang tebusan tidak dibayar, maka Raja Richard memerintahakn 2.700 tawanan itu unutk dibunuh. Tindakan Richard ini jauh berbeda dengan perlakuan Salahuddin terhadap para tawanannya di Yerussalem.
Pada mulanya Salahuddin meminta tebusan bagi beberapa ribu tawanan miskin yang tidak bisa menebus dirinya sendiri. Namun atas permintaan saudaranya, Salahuddin membebaskan ribuan tawanan miskin. Kemudian atas permmintaan Uskup, tawanan yang lain juga dibebaskan. Mengingat bahwa saudaranya dan Uskup telah berbuat kebaikan, maka ia pun terdorong untuk melakukan hal yang sama. Akhirnya Salahuddin membebaskan sisa tawanan termasuk wanita dan anak-anak, tanpa tebusan sama sekali.
Salahuddin Al Ayyubi dalam usaha membangun pemerintahannya lebih mengutamakan kepentingan negara dan agama yaitu dengan cara mengganti pejabat yang melakukan korupsi dan memperhatikan perkembangan ilmu pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki, ia mampu mengendalikan pemeintahan selama kurang lebih 22 tahun dengan baik dan mendapat dukungan dari berbagai pihak.
Dengan demikian terdapat ibrah/pelajaran yang dapat diambil dari mempelajari sejarah dan biografi Salahuddin Al Ayyubi untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya sebagai berikut :
a.       Kita harus memiliki sifat as saja’ah (pemberani), terlebih dalam menegakkan kebenaran
b.      Kita harus memiliki jiwa pemurah dan penyayang terhadap siapa saja, terutama kepada orang-orang lemah
c.       Kita harus bersikap tegas terhadap segala bentuk kemaksiatan dan kemungkaran
d.      Kita harus mencintai ilmu baik ilmu pengetahuan maupun ilmu agama denagn cara belajar dengan sungguh-sungguh dan tekun
e.       Kita harus memiliki sikap toleransi terhadap siapa saja, selama dalam batas-batas yang diperbolehkan agama
f.       Kita harus bersikap adil terhadap siapa saja
g.      Kita harus memiliki jiwa perwira dan ksatria
h.      Kita harus menanamkan pada diri kita bahwa semua yang kita lakukan dalam kehidupan ini semata-mata hanya untuk mencari ridho Allah SWT

2.      Salahuddin Al Ayyubi adalah seorang perwira yang pemberani, adail, tegas, serta memiliki jiwa kesatria
Terhadap orang yang lemah atau mengaku kalah, ia akan menghormati dan melindunginya. Namun sebaliknya, ia selalu tegas dalam menyikapi segala bentuk pembangkangan dan pengkhianatan. Sifat ini terlihat ketika Salahuddin memperlakukan para tawanannnya pada masa kota Yerussalem (Baitul Maqdis) jatuh ke tangan umat Islam. Raja Yerussalem, Guy de Lusignan, menjadi salah satu tawanan bersama pengusan Chattilom bernama Reginald yang terkenal dengan “si perusak perdamaian”. Salahuddin memperlakukan secara berbeda. Hal ini dikarenakan Reginald melanggar perjanjian.

3.      Salahuddin adalah perwira sejati yang mencurahkan segala upayanya semata-mata demi kejayaan agama Allah SWT dan negara
Ia bukanlah tipe penguasa yang gila harta. Hal ini dapat dilihat setelah penggulingan Dinasti Fathmiyyah, Salahuddin membagikan harta benda yang dikumpulkan pemerintahannya kepada para nelayan dan tentara. Sedangkan untuk dirinya sendiri, ia tidak menimpan harta apapun. Pada saat meninggal ia hanya memiliki 17 dirham dan satu keping emas.

4.      Salahuddin adalah pemimpin yang cinta terhadap ilmu pengetahuan dan ilmu keagamaan
Hal ini dapat dilihat dari perhatiannya terhadap pendidikan, yaitu dengan mendirikan madrasah-madrasah di negara yangia pimpin. Ia juga dikenal sebagai pelindung para sarjana, intelektual dan ilmuwan serta selalu menyokong setiap kajian yang dilakukan para ilmuwan dan ulama.

5.      Salahuddin dikenal memiliki toleransi yang tinggi terhadap umat agama lain
Hal ini dapat kita lihat ketika ia telah berhasil menguasai kota Iskandariyah  dan Yerussalem, ia selalu mengunjungi orang-orang Kristen dan setelah tercipta perdamaian, ia memberi kesempatan dan mengizinkan orang-orang Kristen untuk berziarah ke Yerussalem (Baitul Maqdis).
Potret sejarah diatas merupakan cerminan nyata bahwa Salahuddin adalah sosok pemimpin yang memiliki jiwa perwira. Kebesaran namanya tidak membuatnya bersikap semena-mena, meski terhadap musuh-musuhnya sekalipun. Tak diragukan lagi, kita harus berupaya meneladaninya dengan menerapkan keteladanannya dalam kehidupan sehari-hari.

D.    Meneladani Kepribadian dan Keperwiraan Salahuddin Al Ayyubi dalam Kehidupan Sehari-hari
Ada hal penting yang dapat diperoleh dari mempelajai sejarah dan riwayat hidup Salahuddin Al Ayyubi. Diantaranya adalah mengikui jejaknya sebagai seorang pemberani, bijaksana, toleransi, dan mencintai ilmu pengetahuan.
Seperti diketahui bahwa Salahuddin Al Ayyubi kehidupannya penuh dengan perjuangan dan peperangan. Hal itu dilakukan dalam menunaikan tugas negara dan membela agama. Keberhasilannya diawali dengan menjadi seorang tentara militer, perdana menteri, sampai menjadi penguasa Dinasti Ayyubiyah.
Salahuddin Al Ayyubi dalam usaha membangun pemerintahan lebih mengutamakan kepentingan negara dan agama dengan cara mengganti pejabat yang melakukan korupsi dan memperhatikan perkembangan ilmu pengetahuan dengan mendirikan madrasah-madrasah.
Melalui bekal pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki, Salahuddin Al Ayyubi mampu mengendalikan pemerintahan selama kurang lebih 22 tahun (1171 M – 1193 M) dengan baik dan mendapat dukungan dari banyak kalangan.
Dengan demikian terdapat ibrah yang dapat diambil dari mempelajari biografi Salahuddin Al Ayyubi. Diantaranya adalah kita harus mengikuti jejak langkah yang pernah dilakukan yaitu seorag pemberani menegakkan kebenaran dan belajar berbagai ilmu, kita akan selamat didunia dan akhirat.
Selain itu jangan melupakan Yang Maha Kuasa karena semuanya berasal dari Allah SWT. Jangan mengenal putus asa dan jangan sombong. Jangan terjebak dengan materi keduniaan dan kemewahan hidup. Tokoh seperti Salahuddin Al Ayyubi yang perlu diteladani oleh kita semua.

Jumat, 28 November 2014

KAWASAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN



PENDAHULUAN

Berdasarkan definisi tahun 1994, teknologi pembelajaran dirumuskan dengan berlandaskan 5 (lima) bidang garapan atau disebut dengan kawasan, yaitu : Kawasan Desain, Kawasan Pengembangan, Kawasan Pemanfaatan, Kawasan Pengelolaan, dan Kawasan Penilaian. Kelima kawasan tersebut di atas saling berhubungan dan saling melengkapi satu sama lain. Hubungan antar kawasan bersifat sinergistik, contohnya : seorang praktisi yang bekerja dalam kawasan pengembangan menggunakan teori dari kawasan desain. Seorang praktisi yang bekerja dalam kawasan desain menggunakan teori mengenai karakteristik media dari kawasan pengembangan dan kawasan pemanfaatan dan teori mengenai analisis masalah dan pengukuran dari kawasan penilaian.
Dari contoh tersebut dapat disimpulkan bahwa setiap kawasan memberikan kontribusi terhadap kawasan yang lain dan kepada penelitian maupun teori yang digunakan bersama oleh semua kawasan. Dan dalam makalah ini akan dibahas mengenai Kawasan Pengembangan beserta macamnya.




PEMBAHASAN

Kawasan Pengembangan berorientasi pada produksi media pembelajaran yang kisi-kisi modelnya dihasilkan dari kawasan desain. Arti pengembangan, yaitu proses penerjemahan spesifikasi desain ke dalam bentuk fisik. Pengembangan mencakup pengembangan teknologi cetak, teknologi audio-visual, teknologi berbasis komputer, dan multimedia. Pengembangan bersifat progresif, karena pengaruh kemajuan teknologi perangkat keras yang dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran.
Kawasan pengembangan berakar pada produksi media. Melalui proses bertahun-tahun perubahan dalam kemampuan media ini berakibat pada perubahan kawasan. Walaupun perkembangan buku teks dan alat bantu pembelajaran lain (teknologi cetak) mendahului film, namun pemunculan film merupakan tonggak sejarah dari gerakan audio-visual ke era Teknologi Pembelajaran sekarang ini.
Pada 1930-an film mulai digunakan untuk kegiatan pembelajaran (teknologi audio-visual). Film di masa PD II menjadi cikal bakal adanya kawasan pengembangan, pada saat itu banyak jenis bahan yang diproduksi terutama film untuk pelatihan militer. Setelah perang, televisi sebagai media baru digunakan untuk kepentingan pendidikan (teknologi audio-visual). Selama akhir tahun 1950-an dan awal 1960-an bahan pembelajaran berprograma mulai digunakan untuk pembelajaran. Sekitar tahun 1970-an kompiter mulai digunakan untuk pembelajaran dan utnuk permainan simulasi menjaadi mode di sekolah. Selama tahun 1980-an teori dan praktek di bidang pembelajaran yang berlandaskan komputer berkembang seperti jamur dan sekitar tahun 1990-an multimedia terpadu yang berlandaskan komputer merupakan dari kawasan ini. Kawasan pengembangan menjadi tumpuan pengolahan pesan agar dapat menghasilkan sumber belajar by design. Kawasan pengembngan meliputi :

1.      Teknologi Cetak.
Bahan Ajar muncul seiring dengan kemunculan pembelajaran terprogram. Teknologi cetak menjadi awal dari kemunculan teknologi lain (AV, berbasis komputer atau terpadu). Pengertian umum teknologi cetak ini adalah, “cara untuk memproduksi atau menyampikan bahan seperti buku-buku dan bahan visual yang statis, terutama melalui proses pencetakan mekanis atau fotografi”. Dua komponen utama teknologi cetak adalah teks (verbal) dan bahasa visual. Teks dalam penampilan komputer adalah suatu contoh penggunaan teknologi komputer untuk produksi. Apabila teks tersebut dicetak dalam bentuk “cetakan” guna keperluan pembelajaran merupakan contoh penyampaian dalam bentuk teknologi cetak.
Secara khusus, teknologi cetak/visual mempuanyai karakteristik sebagai berikut :
a.       Teks dibaca secara linier, sedangkan visual direkam menurut ruang
b.      Keduanya biasanya memberikan komunikasi satuarah yang pasif
c.       Keduanya berbentul visual yang statis
d.      Perkembangannya sangat bergantung kepada prinsip-prinsip linguistik dan persepsi visual
e.       Keduanya berpusat pada pembelajaran
f.       Informasi dapat diorganisasikan dan distrukturkan kembali oleh pemakai.

2.      Teknologi Audio-Visual.
Menurut batasannya, “teknologi audiovisual merupakan cara memproduksi dan menyampaikan bahan dengan menggunakan peralatan mekanis dan elektronis untuk menyajikan pesan audio dan visual”. Teknologi audio-visual dinilai lebih aktif karena sifatnya memerlukan indra pendengaran dan penglihatan peserta didik. Kedua indra ini diasumsikan dapat membuka kesempatan bagi peserta didik untuk menyerap pesan lebih banyak dibandingkan dengan teknologi cetak.
Peralatan audio-visual memungkinkan pemroyeksian gambar hidup, pemutaran kembali suara, dan penayangan visual yang berukuran besar. Pembelajaran audio-visual didefinisikan sebagai produksi dan pemanfaatan bahan yang berkaitan dengan pembelajaran melalui penglihatan dan pendengaran secara eksklusif tidak selalu harus bergantung pada pemahaman kata-kata dan simbol-simbol sejenis. Secara khusus, teknologi audio-visual cenderung mempunyai karakteristik sebagai berikut :
a.       Bersifat linier
b.      Menampilkan visual yang dinamis
c.       Dapat mewakili pesan abstrak dalam bentuk fisik (terbatas)
d.      Dikembangkan berdasarkan ilmu perilaku
Keistimewaan TV dibandingkan teknologi AV lainnya (slides atau filmstrip), TV merupakan saluran yang menyajikan program video. Mencakup tidak hanya visual, namun juga gerak atau mampu menyajikan proses melalui potensi time lapse.
Selain itu media video pembelajaran mempunyai potensi untuk (a) memperbesar objek yang sangat kecil dan bahkan yang tidak tampak kasat mata (misalnya perkembangan sel atau virus penyakit); (b) menyajikan objek yang terletak jauh sekali (misalnya kawah dibulan, hujan salju didaerah kutub); dan (c) menyajikan peristiwa yang rumit berlangsung sangat cepat, dan berbahaya (misalnya operasi jantung)
Adapun pengembangan media video pembelajaran ini dapat mengunakan prinsip-prinsip pengembangan desain instruksional. Pengembangan media video pembelajaran berdasarkan konsep teknologi pembelajaran dapat menggunakan desain instruksional, yaitu melalui tahap perencanaan (analisis kebutuhan), tahap produksi (persiapan, pelaksanaan, dan penyeleseian atau pasca produksi), dan evaluasi ( evaluasi pramaster yang meliputi evaluasi ahli, evaluasi orang perorang dan evaluasi kelompok kecil dan serta uji lapangan) sehingga dapat menghasilkan media video pembelajaran yang berkualitas.
Media video sesuai dengan fungsinya sangat memungkinkan untuk dimanfaatkan sebagai media pembelajaran karena dalam berbagai hal video dapat memberikan rangsangan, membawa serta, memicu, membangkitkan, mempengaruhi peserta didik untuk melakukan sesuatu, memberikan saran-saran, memberikan warna, membelajarkan, menghibur, memperkuat, menggiatkan, menyampaikan pengaruh dari orang lain, memperkenalkan berbagai identitas (ciri) sesuatu, memberikan contoh, proses internalisai tingkah laku, berbagai bentuk partisipasi serta penyesuaian diri dan lain-lain.
Penggunaan media video dalam kegiatan pembelajaran yaitu untuk menjembatani keterbatasan pengalaman peserta didik terhadap objek yang langkahnya terlalu cepat  atau lambat, memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik, memicu  keterlibatan peserta didik secara aktif  dalam pembelajaran  (melalui diskusi) mendorong munculnya pola pembelajaran yang bervariasi (seperti diskusi, melakukan kajian pustaka, melakukan penelitian lapangan, dan sebagainya) dan sekaligus membua pesan yang disampaikan sulit dilupakan peserta didik.
Media video memiliki potensi yang cukup besar jika dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang memungkinkan peserta didik  akan dapat mengamati secara langsung tentang wujud benda yang sesungguhnya (aslinya), mengamati proses dari suatu kejadian atau suatu perubahan, mengamati perbedaan warna, dan mengamati suatu gerakan dan lain-lain yang diiringi dengan suara.
Berdasarkan berbagai studi yang dilaksanakan diberbagai negara, dampak/pengaruh positif media video yang signifikasi dikalangan peserta didik adalah program audiovisual dapat :
a.       Meningkatkan pengetahuan
b.      Menumbuhkan keinginan atau motivasi untuk memperoleh informasi dan pengetahuan lebih lanjut.
c.       Meningkatkan pembedaharaan kata/ jargon dan kemampuan berbahasa secara verbal nonverbal.
d.      Meningkatkan daya imajinasi dan kreatifitas peserta didik.
e.       Meningkatkan kekritisan daya pikir peserta didik karena dihadapkan pada dua realitas gambar dunia.
f.       Memicu minat baca dan motivasi belajar peserta didik.

3.      Teknologi berbasis Komputer.
Berdasarkan definisinya, ”Teknologi Berbasis Komputer merupakan cara-cara memproduksi dan menyampaikan bahan dengan menggunakan perangkat yang bersumber mikroprosesor”. Pada dasarnya, teknologi berbasis komputer menampilkan informasi kepada pembelajar melalui tayangan di layar monitor. Teknologi ini merupakan teknologi digital, dengan monitor sebagai tumpuan penyajian pesan kepada peserta didik. Pada masanya, kebaradaan computer-based instruction (CBI) serta computer-manageed instruction (CMI) menjadi salah satu teknologi yang paling diandalkan dalam dunia pendidikan Amerika Serikat.
Pada masa kini, teknologi digital yang diterapkan banyak mengadopsi teori belajar kognitif.  Aplikasi-aplikasi ini hampir seluruhnya dikembangkan berdasarkan teori perilaku dan pembelajaran terprogram, akan tetapi sekarang lebih banyak berlandaskan pada teori kognitif. Aplikasi-aplikasi tersebut dapat bersifat : (1) tutorial, pembelajaran di utamakan, (2) latihan dan pengulangan untuk membantu pembelajar mengembangkan kefasihan dalam bahan yang telah dipelajari sebelumnya, (3) permainan dan simulasi untuk memberi kesempatan menggunakan pengetahuan yang baru (4) sumber data yang memungkinkan pembelajar untuk mengakses sendiri susunan data melalui tata cara pengaksesan (protocol) data yang ditentukan secara eksternal.
Teknologi komputer, baik yang berupa perangkat keras maupun perangkat lunak biasanya memiliki karakteristik sebagai berikut :
a.       Dapat digunakan secara acak, disamping secara linier.
b.      Dapat digunakan sesuai dengan keinginan pembelajar, disamping menurut cara seperti yang di rancang oleh pengembangnya.
c.       Gagasan-gagasan biasanya diungkapkan secara abstrak dengan menggunakan kata, simbol maupun grafis.
d.      Prinsip-prinsip ilmu kognitif diterapkan selama pengembangan
e.       Belajar dapat berpusat pada pembelajar dengan tingkat interaktivitas tinggi.
Kekhususan teknologi ini diantaranya adalah penyajian materi yang linier, dapat menyajikan pesan abstrak menjadi sesuatu yang terlihat/fisik, menerapkan teori belajar kognitif serta menimbulkan inter aktivitas tinggi bagi peserta didik.

4.      Teknologi Terpadu.
Definisi teknologi terpadu adalah “ … merupakan cara untuk memproduksi dan menyampaikan bahan dengan memadukan beberapa jenis media yang dikendalikan oleh komputer”. Komputer dengan memori besar, menyediakan pemutar video, monitor dengan resolusi tinggi, jaringan yang lancar, sangat membantu terlaksananya pelaksanaan teknologi terpadu ini. Teknologi komputer sudah seperti authoring language, dapat dimanfaatkan secara acak. Hypermedia,  adalah istilah yang dimunculkan dalam teknologi terpadu ini. Kekhususan teknologi terpadu diantaranya terkait dengan penyajian secara acak, digunakan sesuai dengan keinginan peserta didik, adanya adopsi teori kognitivistik dan konstruktivistik serta tuntutan interaktivitas yang tinggi dari peserta didik.
Pembelajaran dengan teknologi terpadu ini, mempunyai karakteristik sebagai berikut :
a.       Dapat digunakan secara acak, disamping secara linier
b.      Dapat digunkan sesuai dengan keinginan pembelajar, disamping menurut cara seperti yang dirancang oleh pengembangnya.
c.       Gagasan-gagasan sering disajikan secara realistik dalam konteks pengalaman pembelajar, relevan dengan kondisi pembelajar, dan dibawah kendali pembelajar.
d.      Prinsip-prinsip ilmu kognitif dan kontruktivisme diterapkan dalam pengembangan dan pemanfaatan bahan pembelajaran
e.       Belajar dipusatkan dan diorganisasikan menurut pengetahuan kognitif sehingga pengetahuan terbentuk pada saat digunakan
f.       Bahan belajar menunjukkan interaktivitas pembelajar yang tinggi
g.      Sifat bahan yang mengintegrasikan kata-kata dan contoh dari banyak sumber media