Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 April 2018

Mengetahui arti status EMS

EMS (Express Mail Service) adalah layanan pengiriman surat dan paket internasional, dan seperti yang kita ketahui kalau waktu pengiriman paket dengan EMS cukup lama sampai di Indonesia. Wajarlah kita kalau merasa khawatir terhadap keadaan paket dan dimana sekarang lokasinya karena jelas jauh berbeda dengan pengiriman domestik.

Tidak jauh berbeda, jika anda pernah melakukan pembelian barang via online, biasanya akan diberikan nomor resi yang tujuannya adalah agar anda bisa memonitoring barang kiriman anda sendiri, dan tidak perlu terus menerus bertanya kepada penjual perihal barang kiriman.
Nah, untuk melacak paket maka akan muncul berbagai macam informasi pada halaman shipment statusnya, dan yang terpenting selain kolom office yang menunjukkan dimana posisinya juga kolom status yang menandakan apa kondisinya. Karena barang yang dikirim dari luar negeri pasti biasanya anda akan menemui istilah dalam bahasa inggris. Saya akan ceritakan sedikit pengalaman saya, ini baru saja terjadi dan saya akan terus memperbaharui tulisan saya ini sampai barang yang dikirim dari luar negeri sampai ke tangan saya.

Sekitar tiga hari yang lalu saya mendapat pesan dari seorang teman yang tinggal di Korea Selatan, katanya dia mau kirim barang, entah dikirim dari rumahnya atau dibelikan di online shop langsung saya juga nggak tanya (Saya malas berbahasa Inggris, dan bahasa korea pun ngga bisa HAHAHAA) :D. Beberapa jam kemudian setelah kasih kabar, dia ngirim Tracking Number yang kodenya RMxxxxxxxxxKR, "It might take from 20 to 40 days" gitu tambahnya lagi kemudian saya spontan "Eh buset sebulan OMG.. Ahh, beneran dikirim dari Korsel" ( 2 digit kode diakhir biasanya menandakan negara asal/ pengirim.

Kemudian langsung cek itu nomor di website disini awalnya masih not found. bingungkan yaa.. secara baru pertama kali dapet kiriman dari luar negeri, apalagi dari asalnya bang Song Jong.. Upss.. coba lagi dan coba lagi, tapi ternyata tetep sama hasilnya, NIHIL!!
sekali lagi gue males nanya sama temen gue itu, karna males mikirin inggrisnya, ya udah lah ya gue nyerah.

Trus pas hari senin nyoba lagi, Ehh ternyata udah bisa wkwkwkkk
berarti emang kecepetan gue, harusnya emang paling enggak minimal 1x24 jam sesudah dikasih resi.. karena kadang disana juga maih manual gitu katanya pas ngajuin Q&A sama temen followers twitter gue, wkwkkk
ini hasilnya
 

Nah,, kode shipment status EMS  

Posting/Collection itu maksutnya Barang sudah berada dalam sistem pengiriman EMS dan menunggu keberangkatan. 
Handed over to Transport companies kalo yang ini berarti diserahkan kepada perusahaan transportasi..

Setelah beberapa hari, saking sibuknya juga kerjaan dikantor ampe lupa nggak cek paket padahal kemarin kemarin nunggu ampe botak XD
ini update terakhir barang aku..

 
 Departure from outward OE, berarti berangkat dari negara pengirim (HK atau KR).
Arrival at inward OE, berarti sampai ke negara tujuan (biasanya OFFICE di MPCJakarta 10900).
Departure from inward OE to XXXXX Adpis : YYYYY. XXXXX merupakan kode pos kantor pos selanjutnya, dan XXXXX merupakan nomor Adpis, yaitu nomor paket ke lokasi tersebut.

(Tunggu postingan selanjutnya yaahh) ^^

Senin, 04 Juni 2012

Keluarga


  Keluarga

       Keluarga masa kini berbeda dengan keluarga zaman dulu. Dalam ikatan keluarga, orang-orang mengalami pergolakan dan perubahan yang hebat, khususnya mereka yang hidup di kota. Apabila ditinjau dari keluarga-keluarga di daerah yang belum mengalami maupun menikmati hasil kemajuan teknologi, kemajuan dalam dunia industri dan sebagainya, maka gambaran mengenai ikatan dan fungsi keluarga adalah jauh berbeda jika dibandingkan dengan keluarga yang berbada ditengah segala kemewahan materi. (Gunarsa, Singgih., 1995:1)
a.       Pengertian Keluarga
           Keluarga adalah suatu unit social yang terdiri dari suami, istri, dan anak yang didahului oleh ikatan perkawinan yang halal dibawah bimbingan tanggungjawab orangtuanya.
           Keluarga merupakan kesatuan yang terkecil didalam masyarakat tetapi menempati kedudukan yang primer dan fundamental, oleh sebab itu keluarga mempunyai peranan yang besar dan vital dalam mempengaruhi kehidupan seorang anak, terutama pada tahap awal maupun tahap-tahap kritisnya. Sementara dalam bahasa Arab adalah “al-usrah” yang merupakan kata jadian al-asru, maknanya mengikat dengan tali, kemudian meluas menjadi segala sesuatu yang diikat, baik dengan tali maupun yang lain (Abdul Ghani, 1995 : 2).
           Jadi maksudnya disini adalah bahwa keluarga yang gagal memberi cinta kasih dan perhatian, akan memupuk kebencian, rasa tidak aman dan tindak kekerasan kepada anak-anaknya. Demikian pula jika keluarga tidak dapat menciptakan suasana pendidikan, maka hal itu akan menyebabkan anak-anak terperosok atau tersesat jalannya. Begitu sebaliknya, jika keluarga berhasil memberikan cinta kasih, perhatian dan pendidikan yang baik, akan membentuk pribadi anak yang diinginkan.

Sabtu, 02 Juni 2012

Pengaruh OrangtuaTerhadap Perkembangan Sosial Anak


Sosialisasi dari orangtua ini sangatlah penting bagi anak, karena dia masih terlalu muda dan belum memiliki pengalaman untuk membimbing perkembangannya sendiri ke arah kematangan. J. Clausend mendeskripsikan tentang uapya yang dilakukan orangtua dalam rangka sosialisasi dan perkembangan sosial yang idcapai anak, yaitu sebagai berikut :
Sosialisasi dan Perkembangan anak
KEGIATAN ORANG TUA
PENCAPAIAN PERKEMBANGAN PERILAKU ANAK
1.      Memberikan makanan dan memelihara kesehatan fisik anak.
2.      Melatih dan menyalurkan kebutuhan fisiologis: toilet training (melatih buang air besar/kecil), menyapih dan memberikan makanan padat.
3.      Mengajarkan dan melatih ketrampilan berbahasa, persepsi, fisik, merawat diri dan keamanan diri.
4.      Mengenalakan linhkungan kepada anak: keluarga, sanak keluarga, tetangga dan masyarakat sekitar.
5.      Mengajarkan tentang budaya, nilai-nilai(agama) dan mendorong anak untuk menerimanya sebagai bagian dirinya.
6.      Mengembangkan keterampilan interpersonal, motif, perasaan, dan perilaku dalam berhubungan denagn orang lain.
7.      Membimbing, mengoreksi, dan membantu anak untuk merumuskan tujuan dan merencanakan aktivitas.
1.      Mengembangkan sikap percaya terhadap orang lain (development of trust).
2.      Mampu mengendalikan dorongan biologis dan belajar untuk menyalurkannya pada tempat yang diterima masyarakat.
3.      Belajar mengenal objek-objek, belajar bahasa, berjalan, mengatasi hambatan, berpakaian, dan makan.
4.      Mengembangkan pemahaman tentang tingkah laku sosial, belajar menyesuaikan perilaku dengan tuntutan lingkungan.
5.      Mengembangkan pemahaman tentang baik-buruk, merumuskan tujuan dan kriteria pilihan dan berperilaku yang baik.
6.      Belajar memahami perspektif (pandangan)  orang lain dan merespon harapan/ pendapat mereka secara selektif.
7.      Memiliki pemahaman untuk mengatur diri dan memahai kriteria untuk menilai penampilan/perilaku sendiri.
               
                Melalui pergaulan atau hubungan sosial, baik dengan orangtua, anggota keluarga, orangdewasa lainnya maupun teman bermainnya, anak mulai mengembangakan bentuk-bentuk tingkah laku sosial. Pada usia anak, bentuk-bentuk tingkah laku sosial itu adalah sebagai berikut :
a)      Pembangkangan (negativisme), yaitu suatu bentuk tingkah laku melawan.. tingkah laku ini terjadi sebagai reaksi terhadap penerapan disiplin atau tubtutan orangtua atau lingkungan yang tidak sesuai dengan kehendak anak. Tingakah laku ini mulai muncul pada kira-kira usia 18 bulan dan mencapai puncaknya pada usia tiga tahun. Berkembangnya tingkah laku negativisme pada usian ini dipandang sebagai hal yang wajar. Setelah usia 4 tahun, biasanya tingkah laku ini mulai menurun. Antara usia 4 dan 6 tahun, sikap membangkang/melawann secara fisik beralih menjadi sikap melawan secara verbal (menggunakan kata-kata). Sikap orangtua terhadap tingkah laku melawan pada usia ini, seyogyanya tidakk memandang sebagai pertanda bahwa anak itu nakal, keras kepala, tolol atau sebutan lainnya yang negatif. Dalam hal ini, sebaiknya orangtua mau mamahami tentang proses perkembangan anak, yaitu bahwa secara naluriah anak itu mempunyai doronagn untuk berkembang dari posisi “dependent” (ketergantungan) keposisi “independent” (bersikap mandiri). Tingkah laku melawan merupakan salah satu bentuk dari proses perkembangan tersebut.
b)     Agresi (Agression), yaitu perilaku  menyerang baik secara fisik (nonverbal) maupun kata-kata (verbal). Agresi ini merupakan salah satu bebtuk terhadap frustrasi (rasa kecewa karena tidak terpenuhi kebutuhan/keinginannya) yang dialaminya.agresi ini mewujud dalam perilaku menyerang, seperti: mencubit, memukul, menendang, menggigit, marah-marah, dan mencaci maki. Orangtua yang menghukumi anak yang agresif, menyebabkan meningkatnya agrisivitas anak.oelh karena itu,sebaiknya orangtua berusaha untuk mereduksi, mengurangi egresivitas anak tersebut denagn cara mengalihkan perhatian/keinginan anak, memberikanmainan atau sesuatu yang diinginkannya (sepanajng tidak membahayakan keselamatannya), atau upaya lain yang bisa meredam agresivitas anak tersebut.
c)      Berselisih/bertengkar (quarreling), terjadi apabila anak merasa tersinggung atau terganggu oleh sikap dan perilaku anak lain, seperti diganggu pada saat mengerjakan sesuatu atau direbut barang atau mainannya.
d)      Menggoda (teasing) yaitu sebagai bentuk lain dari tingkah laku agresi .
e)      Persaingan (rivarly) yaitu keinginan untuk melebihi oranglain.
f)       Kerjasama (cooperation) yaitu sikap mau bekerjasama dengan kelompok.
g)      Tingkah laku berkuasa yaitu sejenis tingkah laku untuk menguasai situasi sosial.
h)      Mementingkan diri sendiri yaitu sikap egosentris dalam memenuhi keinginannya.
i)        Simpati merupakan sikap emosional yang mendorong individu untuk menaruh perhatian terhadap orang lain.
                Perkembangan sosial anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya, baik orangtua, sanak keluarga, orang dewasa lainnya atau teman sebayanya. Apabila lingkungan sosial tersebut memfasilitasi atau memberikan peluang terhadap perkembangan anak secara positif, maka anak akan dapat mencapai perkembangan sosialnya secara matang.

Fungsi Orang Tua

    Fungsi Orang Tua
Orang Tua mempunyai fungsi yang penting dalam keluarga. Adapun fungsinya adalah sebagai berikut:
1.      Fungsi Religius
                     Orang Tua mempunyai kewajiban memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota lainnya kepada kehidupan beragama sebagaimana dalam Q.S Luqman: 13


Artinya:
Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, diwaktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku janganlah kau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kedzaliman yang besar.
Dengan demikian keluarga merupakan awal mula seseorang mengenal siapa dirinya dan siapa Tuhannya.
2.      Fungsi Edukatif
                        Pelaksanaan fungsi edukatif merupakan tanggung jawab yang dipikul oleh orang tua. Karena keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama bagi anak. Orang tua harus mengetahui tenteng pentingnya pertumbuhan, perkembangan dan masa depan seorang anak secara  keseluruhan. Begitu besarnya  peranan orang tua dalam mengembangkan potensi yang telah diberikan oleh Allah kepada setiap anak, agar anak tersebut tetap pada fitrah yang suci, sampai-sampai Nabi Muhammad mengatakan dalam Hadits:


Artinya:
“Tidak seorangpun yang dilahirkan, melainkan ia dilahirkan dalam keadaan fitrah maka orang tualah yang menjadikan Yahudi atau Nasrani atau Majusi.(H.R Bukhari dan Muslim)
Dari hadits diatas dapat dipahami bahwa dalam pengembangan fitrah setiap manusia yang dilahirkan tidak terlepas dari peran Orang tua. Fitrah itu adalah “Suci dan beriman”. Diibaratkan pada hadits tersebut bahwa jika anak menjadi Yahudi, Nasrani dan Majusi (sebagai kondisi penyimpangan fitrah dan fitrah Islami) adalah karena kesalahan orang tua dalam mendidik. Atau mungkin sekali orang tua ikut andil dalam memberikan sifat-sifat keyahudian, kenasranian atau kemajusian dalam diri anak atau mungkin orang tua itu tidak memahaminya atau memang didasarkan atas sifat dan cara-cara orang tua yang ditiru oleh anak. (Al Nahwi Abdurrahman,1995:145)

  1.       Fungsi Ekonomi
Berkaitan dengan kebutuhan primer, sedperti kebutuhan makan, pakaian dan tempat tinggal. Dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari Islam mengajarkan untuk dipenuhi secara halalan thoyiban karena dalam agama dikemukakan bahwa, “setiap yang tumbuh dari yang haram maka neraka lebih utama baginya.” Karena dalam pandangan islam perolehan barang haram akan berpengaruh pada  anak. (Yasin Musthofa,2007:116)
4.     Fungsi Protektif
Memberikan gambaran pelaksanaan fungsi, lingkungan, yaitu dengan cara melarang atau menghindarkan anak dari perbuatan-peerbuatan yang tidak diharapkan, mengawasi atau
membatasi perbuatan anak dalam hal-hal tertentu menganjurkan atau menyuruh mereka untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang diharapkan mengajak kerjasama dan saling membantu.
5.      Fungsi Sosialisasi
Tugas orang tua dala mendidik anaknya tidak saja mencakup pengembangan pribadi, agar menjadi pribadi yang mantap tetapi meliputi pula mempersiapkan menjadi anggota masyarakat yang baik melakukan fungsi sosialaisasi itu berarti orang tua memiliki kedudukan sebagai penghubung anak dengan kehidupan sosial norma-norma sosial.